Newsflash:
Teknologi

SBY Diminta Kurangi Curhat di Media

7 February 2010 - 11:11

sby.jpg.jpg

TANGERANG,TO- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono diminta untuk bisa meminimalisir keluh kesahnya di hadapan media massa dan masyarakat.

"Masyarakat tentu akan bertanya-tanya jika pemimpinnya kerap kali berkeluh kesah di media massa. Setidaknya ada dua kritik untuk gaya komunikasi SBY," ujar Pengamat Politik, Burhanuddin Muhtadi seperti dilasnir situs berita okezone, Minggu (7/2/2010).

Kritik tersebut lanjutnya adalah SBY meminimalisir keluh kesahnya ditampilkan secara terbuka di media massa. Pasalnya jika itu terus dilakukan muncul kesan SBY kurang kuat. "Akan muncul kesan SBY kurang kuat dan itu akan menurunkan wibawa SBY. Masyarakat kita sudah cerdas, tanpa SBY berbicara pun masyarakat sudah bisa menilai mana demonstrasi yang benar-benar cerdas dan mana demonstrasi yang sekedar ajang caci maki."ujarnya kembali.

Kedua, jika memang ingin mengkritik para demonstran itu, tidak semestinya SBY menyampaikan pendapatnya sendiri. Pendapatnya cukup disampaikan staff khususnya atau menteri. Dan ia melihat dengan mengkritik sendiri tindakan para demonstran itu, SBY justru mengangkat dan membesarkan para demonstran. "Dulu tidak ada yang mengenal Yosep Rizal yang membawa kerbau itu, padahal orang sudah melupakan demonstrasi 28 Januari lalu," tukasnya.

Peneliti LSI ini mengakui, apa yang dilakukan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat ini merupakan cara lama untuk meraup simpati masyarakat. Namun, cara-cara yang memposisikan dirinya seperti terdzalimi sudah bukan masanya lagi. "Posisi sekarang beda, dia itu orang nomor satu di negeri ini dan sudah dua kali terpilih. Sehingga kalau terus mengesankan diri sebagai pihak yang teraniaya itu terbalik," tuturnya.

"Momentumnya sudah lewat, lebih baik SBY tampi sebagai sosok yang kuat, comanding, yang tahan banting dengan cara mempersilahkan orang mengkritik melalui aksi demonstrasi," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, pengamat komunikasi politik Tjipta Lesmana menilai penghargaan yang diberikan Public Affairs Asia tidak tepat. SBY menurut Tjipta memiliki pola komunikasi yang kurang bagus. Selain gemar berkeluh kesah di media, SBY juga kerap "mengancam" mitra koalisinya.(cha)

Share/Save