PAMULANG- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan nampaknya ragu untuk menggelar pengobatan kaki gajah menyusul kejadian yang menewaskan 9 penduduk usai pengobatan kaki gajah di Bandung.
Rencananya Dinkes Kota Tangsel akan melakukan pengobatan massal terhadap sekitar 9.660 masyarakat Kota Tangsel yang mengidap kaki gajah atau filariasis ini di halaman Pemkot Kota Tangsel pada perayaan 45 tahun Hari Kesehatan Nasional (HKN) besok.
"Kejadian yang terjadi disana (Kabupaten Bandung, red) memang sempat membuat kita deg-degan untuk menggelar pengobatan massal ini," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangsel, Dadang M.Epit.
Padahal Kota Tangsel merupakan wilayah Kota Tangsel sendiri memang telah termasuk dalam zona merah filariasis ini. Maklum, tewasnya 9 penduduk tersebut pun setelah meminum obat yang diberikan oleh Dinas Kesehatan setempat dalam pelaksanaan pengobatan masal.
Hanya saja, untuk meminimalisir hal tersebut, Dinkes Kota Tangsel terlebih dahulu akan melakukan pemeriksaan kepada masyarakat sebelum melakukan pengobatan masal. Dikarenakan, Dinkes Kota Tangsel memiliki beberapa aturan bagi masyarakat yang diperkenankan untuk mengikuti pengobatan tersebut.
Seperti halnya anak dibawah usia 2 tahun dilarang untuk mengikuti pengobatan massal filariasis ini. Begitu juga dengan ibu yang tengah hamil dan menyusui serta orang yang memiliki penyakit serius. "Sebagai antisipasinya, kita akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Hal itu untuk tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan," tuturnya.
Ada beberapa macam obat yang dapat dikonsumsi untuk penanganan penyakit kaki gajah ini, seperti halnya tablet DEC (100 mg) dan Albendazole (400 mg) serta Paracetamol (500 mg). Dimana obat-obatan tersebut, pertabletnya dapat digunakan untuk satu tahun kedepan, dan harus dikonsumsi selama 5 tahun.
Dinkes Kota Tangsel pun menjamin, jika obat-obatan yang akan diberikan kepada masyarakat di 7 kecamatan di Kota Tangsel nantinya aman untuk dikonsumsi dan tidak kadaluwarsa. "Yang jelas target pengobatan kita sekurang-kurangnya setiap tahunnya
harus mencapai 85 persen untuk mencapai tingkat kesembuhan," jelas Dadang M.Epit.
Sementara itu, Kepala Seksi (Kasie) Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Kota Tangsel, M Alwan menjelaskan jika sejak tahun 2002 sampai 2009 ini, jumlah penderita filariasis di Kota Tangsel berjumlah 72 penduduk. Dimana Kecamatan Pamulang menjadi wilayah terbesarpenderita kaki gajah dengan 12 penduduk, sedangkan Kecamatan Pondok Aren menjadi wilayah paling sedikit terjangkit filariasis dengan 1 penduduk sampai sekarang.(surya)
Komentar
Tulis komentar baru